Tampilkan postingan dengan label Local Tradition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Local Tradition. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juli 2008

Maras Taun (Local Tradition)

Maras Taun diadakan setahun sekali oleh masyarakat Belitung sebagai wujud rasa syukur setelah melewati musim panen padi. Ritual utama dalam upacara Maras Taun adalah: Doa awal, tari sepen dan doa akhir atau penutup. Dalam Festival ini kita bisa menyaksikan kesenian tradisional khas Belitung seperti. Tari Sepen, Nutok Lesong Panjang atau Ngemping (membuat em ping dengan cara memukul beras di sebuah lesung dari kayu), Dalam festival Maras Taun banyak pemuda pemudi bertemu dan seringkali Maras Taun dijadikan sebagai ajang mencari jodoh bagi mereka yang belum menikah.

Maras Taun, held annually by Betilung agricutlure people in order to thank God for their success of rice harvest. The main ritu­als in Maras Taun Ceremony are: Prelude Prayer, Sepen Dance and Closing prayer, in Maras Taun Festival we can see tradi­tional performances of Betitung such as: Sepen Dance, Nutok Lesong Panjang or Ngemping (making 'emping betar' ricechips by hitting rice in 'Lesong' a long and hollow wooden instruments), in Maras Taun Festi­val young people meet each other and some­times they become close and get marned after knowing each other along the festival.

Buang Jong (Local Tradition)

Upacara tradisional Buang Jong adalah upacara ritual suci dari suku Sawang suku asli dari pulau Belitung. Upacara diselenggarakan di tepi pantai dengan cara menghanyutkan sebuah kapal kecil yang dihiasi dengan daun kelapa dan beberapa rnacam bahan persembahan didalamnya. Tradisi ini biasanya dilaksanakan antara bulan Agustus sampai November oleh suku Sawang untuk memperoleh keselamatan disaat mereka berlayar di laut.

Traditional ceremony of Buang Jong is a sacred ritual ceremony of Sawang Tribe the aborigin of Belitung Island. This ceremony is held in the coast by releasing a small ship decorated with coconut leafs and kinds of offerings inside it to the sea. This tradition held anually about August or November by Sawang Tribe to pray for safety while they earn they living at the sea.