Maras Taun diadakan setahun sekali oleh masyarakat Belitung sebagai wujud rasa syukur setelah melewati musim panen padi. Ritual utama dalam upacara Maras Taun adalah: Doa awal, tari sepen dan doa akhir atau penutup. Dalam Festival ini kita bisa menyaksikan kesenian tradisional khas Belitung seperti. Tari Sepen, Nutok Lesong Panjang atau Ngemping (membuat em ping dengan cara memukul beras di sebuah lesung dari kayu), Dalam festival Maras Taun banyak pemuda pemudi bertemu dan seringkali Maras Taun dijadikan sebagai ajang mencari jodoh bagi mereka yang belum menikah.
Jumat, 25 Juli 2008
Maras Taun (Local Tradition)
Betiong and Begambus (Traditional Music Performence)
Betiong dan begambus merupakan jenis-jenis musik tradisional yang sering ditampilkan dalam berbagai acara kesenian rakyat di Belitung. Syair yang dinyanyikan biasa berisi petuah-petuah yang dibawakan oleh seorang penyanyi ataupun secara berbalas pantun dalam bahasa Belitung. Alat musik pengiringnya berupa biola, gitar, gong dan gendang. Acara betiong bisa berlangsung semalam suntuk. Selain beliong dan gambus, dikenal pula musik stambul yang mirip dengan musik keroncong. Salah satu kelompok musik stambul yang dikenal adalah Stambul Fajar yang berasal dari Kecamatan Selat Nasik.
Betiong and begambus are native musics from Belitung that often performs in festivals. The rhymes contains words of wisdom, by one or more singer with violin, guitar, gong or percussion as the instruments. Betiong could performs all night until dawn. The other kind of traditional music from Belitung is stambul, which instruments and rythm sounds like keroncong. Stambut Fajar from Selat Nasik is the famous group of stambul.